Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Makaroni Makkres
Tempo hari yang lalu, saya sempat bertanya ke beberapa Pejuang Makkres tentang perkembangan bisnisnya di daerahnya masing-masing. Ada yang menjawab alhamdulillah laris, ada yang menjawab lumayan, ada yang menjawab masih terkendala, bahkan ada pula yang masih macet.

Sebagai owner Makkres, tentu saja saya turut senang (karena laris) dan sedih (karena macet) atas mereka. Kali ini, saya berikan kepada Anda (terutama untuk para Pejuang Makkres) 10 tips bisnis yang jarang diberikan oleh kebanyak mentor pengusaha. Cekidot!

Sekian lama tak membuka facebook pertama saya, saya pun menyempatkan diri untuk membukanya. Saya lihat semua status saya, foto-foto saya dulu, dan terakhir adalah "Tentang Saya".

Saya pun berhenti sejenak tatkala menemukan sebuah Kutipan Favorit di facebook saya tersebut (bisa Anda lihat di sini). Tulisan yang pernah saya buat pada tanggal 28 Mei 2009 tersebut seperti ini:

Banyak yang mengakui, jumlah wanita di dunia 4 kali lebih banyak daripada jumlah pria. Dan sudah menjadi rahasia umum, mayoritas wanita "muslimah" tak berhijab dengan syar'i. Bisa jadi, inilah salah satu alasan Nabi Muhammad bersabda,
"...Dan saya melihat ke dalam neraka, saya lihat mayoritas isinya adalah para wanita"
(S.R. Bukhari No. 1441)

 "Pakaian itu gak penting. Yang penting itu hatinya..."
Hampir setiap hari, ada saja yang bertanya kepada saya, "Kenapa kok cepat-cepat ingin menikah?" "Masih sekolah kok sudah ingin menikah?" "Apa enaknya nikah muda?" Dan setiap kali itu juga, saya harus menjawabnya dengan jawaban yang sama. Apa saya harus mengganti tangan dan mulut saya dengan remot DVD ya, biar setiap kali ada pertanyaan yang sama, saya tinggal tekan tombol "Replay". Hehehe.

Hmm... Tak usah ba bi bu lagi. Saya kasih tau alasan saya, kenapa saya ingin menikah muda?!

Ini dia!
Terojing... Terojing... Terojing... Tererojing...
Jreng... Jreng... Jreng... Jreng...


Dini hari ini saya menyempatkan diri membuka catatan-catatan di FB saya. Dan saya mendapatkan catatan yang saya buat 19 September 2011 silam. Berikut isi catatan saya.

Suatu ketika saya sedang duduk di depan meja belajar saya yang cukup besar dan tinggi, saya sempat lupa menaruh bungkus rokok herbal saya (masih muda sudah pikunan, hehe). Saya pun mencarinya dengan bermalasan-malasan sambil duduk. Namun saya tak menemukannya juga.

Merasa sedikit frustasi, saya coba untuk bangkit dari tempat duduk yang membuat saya malas dan mencoba tuk mencarinya sambil berdiri. Dan ternyata saya menemukan bungkus rokok tersebut tepat berada di atas meja belajar saya!


“Iqra” (Bacalah), itulah perintah pertama yang Alloh berikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Rasululloh Shollallohu Alaihi Wasallam. Bukan “Sholatlah”, bukan “Berpuasalah”, bukan pula “Berzakatlah”, melainkan “Bacalah”. Tentu sebagai seorang muslim kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad Rasululoh Shollallohu Alaihi Wasallam mertpakan seorang manusia yang Ummi (tidak bisa membaca matpun menulis), dan tentu saja Alloh juga lebih mengetahui akan hal itu. Namun hal itu tak merubah kehendak Alloh untuk tetap memerintahkan nya untuk membaca.

Sebagai seorang manusia yang memiliki akal dan pikiran, sudah sepatutnya kita untuk mengetahui, memahami serta merenungi arti dari perintah Alloh tersebut. Perintah untuk membaca, itu artinya Alloh juga memerintahkan kita untuk menuntut ilmu seperti halnya pepatah mengatakan “Membaca adalah jendela pengetahuan”. Dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi serta ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.

Copyright © 2012 Pemuda Bakar Kapal.