Apakah Anda termasuk orang yang ingin punya banyak teman di facebook? Apakah Anda ingin akun facebook Anda di-add ratusan bahkan ribuan orang? Berikut tips mendapatkan ribuan teman di facebook. Mungkin akan terlihat berbeda daripada tips-tips lainnya. Tentu saja karena ini murni dari pengalaman saya sendiri. Langsung saja, cekidot.
My Business
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Pemuda Bakar Kapal telah merasakan asam garam dunia bisnis selama 3 tahun. Sekitar 10 macam bisnis pernah ia geluti. Di tahun 2013 ini, ia memiliki bisnis baru bernama Makkres.
My Lyrics
Sejak usia 10 tahun (2004), Pemuda Bakar Kapal gemar menulis lirik lagu. Lagu-lagunya lebih condong bergenre japanese. Hingga tahun 2013, sudah 40 lagu yang pernah ia buat.
Bedah Film
Bagi Pemuda Bakar Kapal, sebuah film yang berkualitas adalah film yang mampu memberikan banyak hikmah dan pelajaran di dalamnya. Tak harus menampilkan wanita-wanita seksi, adegan esek-esek dan sebagainya agar tampak bagus.
Novel Pemuda Bakar Kapal
Comingsoon
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tiba-tiba teringat dengan masa laluku sebelum nikah...
Dulu, tiap malam ku habiskan waktuku untuk begadang. Browsing internet, buka Facebook, buka Twitter, promosi bisnis, dan hanya ditemani oleh secangkir kopi dan sebungkus rokok herbal. Aku pun menjuluki diriku sendiri dengan sebutan Batman, yakni manusia yang tidur di siang hari, namun terjaga di malam hari layaknya seekor kelelawar.
Aku masih ingat betul, di malam hari aku selalu keluar ke teras depan di lantai 2 setiap jamnya. Sambil dengerin alunan musik dari J-Rocks, YUI, dan L'arc~En~Ciel. Ngelihatin pasangan yang berlalu lalang, melamun, dan tak lupa kembali menyeruput kopi dan menghisap batang rokok.
Saat itu aku hanya bisa bergumam dalam hati...
Aku masih ingat betul, di malam hari aku selalu keluar ke teras depan di lantai 2 setiap jamnya. Sambil dengerin alunan musik dari J-Rocks, YUI, dan L'arc~En~Ciel. Ngelihatin pasangan yang berlalu lalang, melamun, dan tak lupa kembali menyeruput kopi dan menghisap batang rokok.
Saat itu aku hanya bisa bergumam dalam hati...
Hampir setiap hari, ada saja yang bertanya kepada saya, "Kenapa kok cepat-cepat ingin menikah?" "Masih sekolah kok sudah ingin menikah?" "Apa enaknya nikah muda?" Dan setiap kali itu juga, saya harus menjawabnya dengan jawaban yang sama. Apa saya harus mengganti tangan dan mulut saya dengan remot DVD ya, biar setiap kali ada pertanyaan yang sama, saya tinggal tekan tombol "Replay". Hehehe.
Hmm... Tak usah ba bi bu lagi. Saya kasih tau alasan saya, kenapa saya ingin menikah muda?!
Ini dia!
Terojing... Terojing... Terojing... Tererojing...
Jreng... Jreng... Jreng... Jreng...
Dini hari ini saya menyempatkan diri membuka catatan-catatan di FB saya. Dan saya mendapatkan catatan yang saya buat 19 September 2011 silam. Berikut isi catatan saya.
Suatu ketika saya sedang duduk di depan meja belajar saya yang cukup besar dan tinggi, saya sempat lupa menaruh bungkus rokok herbal saya (masih muda sudah pikunan, hehe). Saya pun mencarinya dengan bermalasan-malasan sambil duduk. Namun saya tak menemukannya juga.
Merasa sedikit frustasi, saya coba untuk bangkit dari tempat duduk yang membuat saya malas dan mencoba tuk mencarinya sambil berdiri. Dan ternyata saya menemukan bungkus rokok tersebut tepat berada di atas meja belajar saya!
14 Agustus 2011 silam, saya mengikuti workshop internet marketing. Sebuah acara di mana cenderung diisi oleh orang-orang dewasa saja.
Tapi ada pemandang menarik di acara kali ini. Seorang anak bernama Hisyam, seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, turut serta mengikuti acara ini menemani ayahnya, Pak Budi Yanto!
Saat itu dia dan ayahnya duduk di sebelah saya. Sehingga saya tau apa saja yang dia lakukan selama acara tersebut.
Mungkin sebagian orang akan mengira di sana Hisyam hanya akan bermain saja layaknya anak semurannya. Ternyata tidak! Dia pun benar-benar mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, layaknya peserta-peserta lainnya yang sudah dewasa (saya termasuk dewasa gak ya?! hehehe).
Dan yang membuat saya lebih takjub lagi, justru dialah yang turut membimbing ayahnya ketika dalam kesulitan (Nah lho?!). Seperti pepatah Jawa, "Kebo Nusu Gudhel" (Afwan, Pak Budi, bukan maksud saya ngatain antum Kebo, hehehe).
Tapi ada pemandang menarik di acara kali ini. Seorang anak bernama Hisyam, seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, turut serta mengikuti acara ini menemani ayahnya, Pak Budi Yanto!
Saat itu dia dan ayahnya duduk di sebelah saya. Sehingga saya tau apa saja yang dia lakukan selama acara tersebut.
Mungkin sebagian orang akan mengira di sana Hisyam hanya akan bermain saja layaknya anak semurannya. Ternyata tidak! Dia pun benar-benar mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, layaknya peserta-peserta lainnya yang sudah dewasa (saya termasuk dewasa gak ya?! hehehe).
Dan yang membuat saya lebih takjub lagi, justru dialah yang turut membimbing ayahnya ketika dalam kesulitan (Nah lho?!). Seperti pepatah Jawa, "Kebo Nusu Gudhel" (Afwan, Pak Budi, bukan maksud saya ngatain antum Kebo, hehehe).
| Workshop Internet Marketing 14 Agustus 2011 di Gedung Diklat PU Surabaya |
Langganan:
Postingan (Atom)





