Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Apakah Anda termasuk orang yang ingin punya banyak teman di facebook? Apakah Anda ingin akun facebook Anda di-add ratusan bahkan ribuan orang? Berikut tips mendapatkan ribuan teman di facebook. Mungkin akan terlihat berbeda daripada tips-tips lainnya. Tentu saja karena ini murni dari pengalaman saya sendiri. Langsung saja, cekidot.

Sekian lama tak membuka facebook pertama saya, saya pun menyempatkan diri untuk membukanya. Saya lihat semua status saya, foto-foto saya dulu, dan terakhir adalah "Tentang Saya".

Saya pun berhenti sejenak tatkala menemukan sebuah Kutipan Favorit di facebook saya tersebut (bisa Anda lihat di sini). Tulisan yang pernah saya buat pada tanggal 28 Mei 2009 tersebut seperti ini:
Akhir pekan yang lalu, saya pernah menanyakan para Likers fanspage Azku Distro Muslim, "Apa yang menghalangi Anda untuk buka usaha?" Saya yakin, Anda pasti tahu, alasan apa yang mereka berikan? Ya, yaitu modal!





Hampir setiap hari, ada saja yang bertanya kepada saya, "Kenapa kok cepat-cepat ingin menikah?" "Masih sekolah kok sudah ingin menikah?" "Apa enaknya nikah muda?" Dan setiap kali itu juga, saya harus menjawabnya dengan jawaban yang sama. Apa saya harus mengganti tangan dan mulut saya dengan remot DVD ya, biar setiap kali ada pertanyaan yang sama, saya tinggal tekan tombol "Replay". Hehehe.

Hmm... Tak usah ba bi bu lagi. Saya kasih tau alasan saya, kenapa saya ingin menikah muda?!

Ini dia!
Terojing... Terojing... Terojing... Tererojing...
Jreng... Jreng... Jreng... Jreng...


Dini hari ini saya menyempatkan diri membuka catatan-catatan di FB saya. Dan saya mendapatkan catatan yang saya buat 19 September 2011 silam. Berikut isi catatan saya.

Suatu ketika saya sedang duduk di depan meja belajar saya yang cukup besar dan tinggi, saya sempat lupa menaruh bungkus rokok herbal saya (masih muda sudah pikunan, hehe). Saya pun mencarinya dengan bermalasan-malasan sambil duduk. Namun saya tak menemukannya juga.

Merasa sedikit frustasi, saya coba untuk bangkit dari tempat duduk yang membuat saya malas dan mencoba tuk mencarinya sambil berdiri. Dan ternyata saya menemukan bungkus rokok tersebut tepat berada di atas meja belajar saya!

14 Agustus 2011 silam, saya mengikuti workshop internet marketing. Sebuah acara di mana cenderung diisi oleh orang-orang dewasa saja.

Tapi ada pemandang menarik di acara kali ini. Seorang anak bernama Hisyam, seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, turut serta mengikuti acara ini menemani ayahnya, Pak Budi Yanto!

Saat itu dia dan ayahnya duduk di sebelah saya. Sehingga saya tau apa saja yang dia lakukan selama acara tersebut.

Mungkin sebagian orang akan mengira di sana Hisyam hanya akan bermain saja layaknya anak semurannya. Ternyata tidak! Dia pun benar-benar mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, layaknya peserta-peserta lainnya yang sudah dewasa (saya termasuk dewasa gak ya?! hehehe).


Dan yang membuat saya lebih takjub lagi, justru dialah yang turut membimbing ayahnya ketika dalam kesulitan (Nah lho?!). Seperti pepatah Jawa, "Kebo Nusu Gudhel" (Afwan, Pak Budi, bukan maksud saya ngatain antum Kebo, hehehe).

Workshop Internet Marketing 14 Agustus 2011 di Gedung Diklat PU Surabaya
Alkisah, ada seorang wanita setengah baya 'miskin' (sekali lagi saya katakan, 'miskin') yang berjualan roti goreng di depan sebuah kampus ternama. Datanglah seorang pemuda dengan membawa motor Ninjanya (hemb... Kayaknya anak orang kaya nih) dan berniat untuk membeli roti goreng tersebut.

"Berapa harga per bungkusnya, bu?" Tanya si pemuda.
"Rp10.000, anak muda." Jawab si penjual.
"Wah... Mahal banget... Bisa kurang gak, bu? "Tanya si pemuda.
Mendengar hal itu, si penjual tersenyum seraya berkata, "Ambil saja, anak muda."
"Beneran nih, bu? Terima kasih ya." Ujar si pemuda sambil berlalu.

Dan semenjak saat itu, si pemuda tersebut lebih sering datang kepada si penjual roti tersebut. Tentu anda sekalian tahu apa tujuan kedatangannya, tentu saja mengharapkan dapat sebungkus roti goreng gratis.

Bagi para gamers mania, tentu game Final Fantasy tak asing lagi. Sekilas tentang game Final Fantasy. Final Fantasy adalah seri permainan RPG(Role Playing Game) konsol dan komputer yang diproduksi oleh Square Enix (sebelumnya bernama Square Co., Ltd.).

Di dalam dunia game Final Fantasi, sebagai pemain yang menggerakkan 4 tokoh, kita diminta untuk mengikuti alur cerita dari game tersebut . Tentu kita tak perlu berfikir panjang untuk memainkannya karena kita siap untuk menghadapi segala resiko yang ada.

Ketika kita berada di awal game, Life Point (LP) kita hanyalah sedikit. Dengan LP yang masih sedikit, kita dipaksa untuk terus mengikuti alur dari game tersebut.


“Iqra” (Bacalah), itulah perintah pertama yang Alloh berikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Rasululloh Shollallohu Alaihi Wasallam. Bukan “Sholatlah”, bukan “Berpuasalah”, bukan pula “Berzakatlah”, melainkan “Bacalah”. Tentu sebagai seorang muslim kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad Rasululoh Shollallohu Alaihi Wasallam mertpakan seorang manusia yang Ummi (tidak bisa membaca matpun menulis), dan tentu saja Alloh juga lebih mengetahui akan hal itu. Namun hal itu tak merubah kehendak Alloh untuk tetap memerintahkan nya untuk membaca.

Sebagai seorang manusia yang memiliki akal dan pikiran, sudah sepatutnya kita untuk mengetahui, memahami serta merenungi arti dari perintah Alloh tersebut. Perintah untuk membaca, itu artinya Alloh juga memerintahkan kita untuk menuntut ilmu seperti halnya pepatah mengatakan “Membaca adalah jendela pengetahuan”. Dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi serta ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.

Pada kisah sebelumnya, saya menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda bernama Sholih yang menghadapi gejolak di pesantrennya. Kini saya akan ceritakan tentang Sholih yang mulai memiliki pola pikir seorang Entrepreneur  dengan usianya yang belum genap 14 tahun. Oke, Cekidot!

Bermula dari mengikuti acara Islamic Book Fair di Aula Skodam Kota Baru, Malang, Sholih mengikuti acara ‘Bedah Buku’ (tentu saja tak ada buku yang masuk ke ruang operasi di acara ini) yang membahas tentang Buku ‘Guru Goblok Ketemu Murid Goblok’ karya Imam Supriyono dengan narasumbernya yakni penulis buku itu sendiri, Imam Supriyono. Acara inilah yang telah membuat Sholih memutar haluan pola pikirnya dan membuatnya berimpian menjadi seorang Entrepreneur sekaligus Investor yang sukses. Dia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari acara ini. Bahwasanya setiap orang harus memikirkan tujuan mereka meraih pendidikan setinggi-tingginya. Dia harus memikirkan apa manfaat yang dia dapat jika dia tekun bergulat dengan pendidikannya. Misalnya saja, sebelum masuk TK, dia belum bisa menulis dan membaca. Maka dari TK dia bisa bisa menulis dan membaca. Sebelum masuk sekolah dasar, dia belum bisa berhitung, maka dari sekolah dasar dia bisa berhitung. Dan begitulah seterusnya. Dan setiap orang dikatakan telah gagal dengan pendidikannya jika dia tak mampu tuk mengambil manfaat dari pendidikan tersebut. Maka sungguh dia akan merasa sangat rugi jika dia menghabiskan uangnya untuk pendidikan jika dia tak bisa mengambil manfaat dari pendidikannya tersebut.

3 tahun dia lalui di pesantren. Dan dia memutuskan untuk keluar dari pesantrennya. Namun sebelum dia keluar, dia sempat mendapatkan masukan-masukan tentang pentingnya menjadi pengusaha daripada lama-lama menjadi mahasiswa dari ustadz Fatahillah, seorang ustadz di pesantrennya sekaligus Kepala Sekolah Mts 1 PERSIS Bangil, Pasuruan. Maka langkahnya untuk keluar dari pesantrennya semakin mantap.

Memasuki tahun ajaran baru 2010-2011, beserta bapaknya Sholih sempat mendaftar di SMK Raden Patah, SMK Taman Siswa dan SMK 1 Kota Mojokerto. Namun pada akhirnya dia memilih untuk menjadi siswa di MAN 1 Mojokerto. Dengan bermodalkan Danem 29 lebih dan mengikuti jalur tes, Sholih berhasil menjadi salah satu dari 33 siswa terpilih untuk menghkuti belajar-mengajar di kelas unggulan di MAN 1 Mojokerto.


Sebelumnya, izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Muhammad Azam. Tinggal di Kota Mojokerto. Oke, cukup perkenalannya. Di sini saya akan menceritakan seorang pemuda yang nekat ‘bakar kapal’. Penasaran dengan pemuda tersebut? Oke, Cekidot!

Sebut saja dia Sholih. Kisah ini bermula dari dia yang masuk ke sebuah pesantren ternama di Pasuruan yang bernama Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 1 Bangil, Pasuruan.

Selama Masa Orientasi Siswa (MOS), hanya sekali dia menjuarai lomba, yakni lomba berceramah, ya kalau di ANTV ada istilah PILDACIL.  Lomba futsal, dia tidak dimainkan. Lomba menyanyi dan menari, dia pun hanya bisa loncat-loncat.

Pada awalnya, dia merasa optimis bahwa dirinya mampu beradaptasi di pesantren tersebut. Ternyata dugaannya salah!

Copyright © 2012 Pemuda Bakar Kapal.